Artificial Intelligence atau AI kerap dikaitkan dengan teknologi canggih yang bikin kita semua kagum dan terheran-heran. Contoh yang paling sering kali kita temui adalah AI pengeditan foto dan video instan hanya menggunakan satu perintah kalimat atau satu prompt saja. Tapi apakah AI hanya sekadar untuk pengeditan foto atau video saja? Jawabannya tentu saja tidak karena AI lebih dari sekadar perintah sederhana seperti yang kita ketahui selama ini. Lalu apa yang dimaksud dengan Artificial Intelligence atau AI?
Simak selengkapnya penjelasan, sejarah cara kerja, dan manfaat AI, dan contohnya di bawah.
Apa itu Artificial Intelligence?
Seperti yang dikutip dari Cloud.Google, Artificial Intelligence adalah teknologi yang memungkinkan komputer untuk melakukan perilaku kognitif manusia seperti bernalar, belajar, berpikir hingga melakukan tugas tingkat lanjut. Misalnya seperti menganalisis data, memahami bahasa sampai memberikan saran yang berguna.
Lebih luasnya lagi, AI mencakup banyak disiplin ilmu termasuk ilmu linguistik, komputer, saraf, analisis dan statistik data, bahkan psikologi hingga filsafat. Namun tidak hanya itu saja, kalau Anda pernah mendengar istilah machine learning, itu merupakan salah satu teknologi yang dicakup oleh AI. Beberapa teknologi lainnya meliputi deep learning dan natural language processing (NLP).
Dari sini, kita jadi lebih mengerti penjelasan apa itu Artificial Intelligence secara dasarnya. Lalu, bagaimana dengan sejarah Artificial Intelligence?
Sejarah Artificial Intelligence
Tahukah Anda bahwa ternyata Artificial Intelligence bukan semerta-merta muncul seperti AI yang kita kenal sekarang. Malahan cikal bakal AI sudah ada sejak tahun 1950-an lalu dikembangkan menjadi AI sekarang.
Dikutip dari aws.amazon, sejarah Artificial Intelligence (AI) secara teoritis dimulai pada tahun 1950 melalui makalah seminar Alan Turing, “Computing Machinery and Intelligence,” yang mengeksplorasi kemungkinan mesin yang dapat berpikir seperti manusia. Namun sebenarnya, dasar praktisnya dimulai pada tahun 1943 dengan model neuron buatan. Pada dekade-dekade berikutnya diisi dengan inovasi awal, seperti mesin SNARC dan chatbot ELIZA, namun bidang ini juga mengalami periode penurunan pendanaan dan penelitian karena keterbatasan perangkat keras dan komputasi yang ditunjukkan pada akhir tahun 1960-an.
Lalu minat terhadap AI bangkit kembali pada tahun 1980-an yang ditandai dengan munculnya sistem pakar dan penelitian deep learning yang inovatif. Pada tahun 1997 menjadi titik balik penting dimana sebuah pencapaian bersejerah terjadi ketika Deep Blue IBM mengalahkan juara catur dunia. Kemudian tiba lah era modern AI yang dimulai dari tahun 2007 hingga sekarang. Hal ini didorong oleh aksesibilitas komputasi awan dan kemajuan dalam machine learning dan neural network (seperti AlexNet dan AlphaZero). Puncaknya yaitu terjadi pada tahun 2022 dengan popularitas Chat GPT dan Natural Language Processing (NLP) canggih lainnya, yang secara signifikan meningkatkan minat global dan pengembangan AI.
Setelah mengetahui perkembangan dan sejarah AI, mari kita bahas bagaimana cara kerja Artificial Intelligence berikut.
Cara Kerja Artificial Intelligence
Seperti yang dikutip dari ISO, meskipun beragam, pada intinya teknik cara kerja AI itu sama yaitu AI memproses data dalam yang jumlah besar, mengungkap pola, dan kemudian membuat prediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi. Ini bisa terjadi karena memanfaatkan set data besar dan algoritma AI yang cerdas, yaitu seperangkat aturan terstruktur yang memungkinkan perangkat lunak mempelajari pola dalam data. Kekuatan pendorong nya merupakan neural network atau jaringan saraf yaitu sistem kompleks dari simpul yang saling terhubung, meneruskan informasi melalui berbagai lapisan untuk menemukan koneksi dan mengekstrak makna dari data yang didapat.
Untuk lebih memahami bagaimana cara kerja Artificial Intelligence secara lebih jelas, kita harus membedah konsep-kosep nya seperti berikut:
1. Pembelajaran
Di jantung AI terdapat machine learning, yang memungkinkan sistem untuk menganalisis data, mengenali pola, dan membuat keputusan tanpa pemrograman yang terperinci. Selain itu terdapat deep learning, menggunakan jaringan saraf (neural network) canggih untuk memproses jutaan titik data, memungkinkan perangkat lunak AI untuk memahami pola yang lebih kompleks dan terus meningkatkan kinerjanya.
2. Penalaran
AI bukan hanya dapat mengenali tren saja melainkan dapat berpikir dan menyimpulkan. Hal itu bisa dilakukan hanya dengan meniru penalaran manusia yaitu dengan AI mengevaluasi perintah, konteks, dan data yang tersedia untuk mengembangkan strategi, membentuk hipotesis, dan membuat keputusan yang tepat secara real-time.
3. Pemecahan Masalah
AI dapat memecahkan masalah melalui manipulasi data, menjalankan simulasi, menguji berbagai kemungkinan, dan menyempurnakan strateginya. Melalui algoritma pintarnya, AI menelusuri banyak jalur potensial untuk mencapai solusi paling efisien bagi masalah yang kompleks.
4. Penerjemahan bahasa
AI menggunakan Natural Language Processing (NLP), untuk menganalisis data bahasa manusia dengan cara yang dapat dimengerti oleh komputer. Lalu apa yang dimaksud dengan NLP? Jadi, NLP mengacu pada kemampuan mesin untuk memahami, menafsirkan, dan menghasilkan bahasa manusia, menganalisis sentimen, menerjemahkan mesin, dan menggunakan analisis teks.
5. Persepsi
Sistem bertenaga AI memproses data dari kamera dan sensor untuk mengidentifikasi objek, mendeteksi wajah dan mengenali gambar dengan presisi melalui komputer vision. AI berbasis persepsi merevolusi cara mesin berinteraksi dengan dunia. Contohnya seperti pengenalan wajah hingga mobil tanpa pengemudi.
Manfaat Artificial Intelligence
Semenjak kehadirannya, banyak sekali manfaat Artificial Intelligence (AI) yang dapat kita rasakan di berbagai aspek kehidupan. Buktinya, banyak sekali sektor yang telah terbantu oleh AI dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi pekerjaan, karena kemampuannya dalam membuat prediksi dengan akurasi tinggi dan menganalisis data dalam jumlah banyak.
1. Otomatisasi
AI dapat membantu mengotomatisasi semua pekerjaan kita yang kompleks jadi lebih sederhana, sehingga mengurangi beban pekerjaan manusia.
2. Mengurangi Kesalahan Manusia
Artificial Intelligence yang berjalan dan ketat pada algoritma, sangat minim kemungkinan untuk melakukan kesalahan atau kehilangan fokus. Sehingga AI dapat memastikan keakuratan di berbagai sektor seperti mendeteksi penipuan di perbankan hingga operasi robotik yang terkalibrasi secara sempurna.
3. Lebih Cepat
Kita dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dengan bantuan AI. Misalnya untuk membuat laporan keuangan, meringkas isi buku, dan lain sebagainya.
4. Lebih Efisien
AI yang membantu pekerjaan kita lebih cepat, otomatis dan minim kesalahan membuat pekerjaan jadi lebih efisien waktu, tenaga, dan juga biaya.
5. Memprediksi Tren
Beberapa sektor seperti bisnis biasanya memanfaatkan AI untuk mengetahui prediksi tren dan pasar saat ini sehingga dapat membantu
6. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik
Selain membantu pekerjaan jadi lebih efisien, cepat, dan minim kesalahan, AI juga dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik. Itu bisa terjadi karena kemampuannya dalam membuat prediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi.
7. Keandalan 24 Jam Non Stop
Tidak perlu khawatir lagi soal downtime, karena ada AI yang akan mengurusnya. Teknologi AI memastikan kinerja tanpa henti, menjaga bisnis dan layanan berjalan lancar sepanjang waktu.
8. Membantu Keamanan Siber
Dengan adanya AI, Anda dapat mendeteksi ancaman keamanan siber dengan memonitor pola aktivitas yang mencurigakan.
9. Peningkatan Aksesibilitas
Bukan hanya memudahkan pekerjaan di berbagai industri, AI juga dapat membantu penyandang disabilitas melalui teknologi pengenalan suara dan teks
10. Peningkatan Pengalaman Pengguna
AI dapat meningkatkan pengalaman pengguna yang biasanya dikenal dengan AI chatbot pintar. Fitur ini kebanyakan digunakan oleh beberapa sektor seperti e-commerce, layanan pelanggan, dan sejenisnya.
Dengan adanya AI chatbot ini, pelanggan bisa mendapatkan feedback secara cepat kapanpun tanpa menunggu waktu jam kerja. Sehingga pemilik bisnis dapat meningkatkan pengalaman pengguna.
Bahaya Artificial Intelligence
Selain manfaat yang diberikan, ada bahaya Artificial Intelligence yang wajib Anda ketahui juga yaitu:
Ancaman Terhadap Lapangan Pekerjaan
Memang benar, AI sangat memudahkan pekerjaan di berbagai sektor, namun itu juga sekaligus bisa jadi ancaman yang luar biasa terhadap lapangan pekerjaan. Bayangkan saja, riset dan pengolahan data dapat dilakukan dalam sepersekian detik. Itu merupakan kemampuan yang sangat melebihi manusia. Sehingga cepat atau lambat, pekerjaan manusia bisa saja diambil alih oleh AI.
2. Ketergantungan Teknologi yang Berlebihan
Melihat betapa mudah dan cepatnya saat AI memberikan jawaban dan hasil dari perintah yang diberikan dengan akurasi tinggi, ini bisa saja membawa efek ketergantungan teknologi yang berlebihan. Anda jadi lebih sering mengandalkan AI untuk mengerjakan tugas-tugas dan sebagainya. Ini juga bisa menurunkan kemampuan diri jika dibiarkan terus menerus.
3. Ancaman bagi Data dan Privasi
Hati-hati saja ketika menggunakan AI, karena data dan privasi Anda bisa terancam tidak aman. Kenapa? Karena pada penggunaannya, AI membutuhkan akses ke data dalam jumlah besar seperti informasi pribadi, kebiasaan belanja, hingga seluruh aktivitas online Anda. Kemudian algoritma akan memproses data-data ini untuk layanan yang lebih personal.
Mungkin terdengar tidak membahayakan namun ini bisa sangat membahayakan jika ada pihak yang tidak bertanggung jawab menyalahgunakan data-data tersebut seperti untuk pencurian identitas, penipuan, dan lain sebagainya.
4. Alat Manipulasi dan Kejahatan
Semakin banyaknya alat Artificial Intelligence yang hadir terutama di sektor industri kreatif, seperti aplikasi AI untuk foto dan video, banyak sekali yang menggunakan dan memanfaatkannya. Entah untuk pembuatan video dan pengeditan foto lucu di sosial media. Namun ada juga oknum yang memanfaatkannya untuk manipulasi dan melakukan kejahatan yang tidak terpuji.
Itulah penjelasan lengkap tentang apa itu Artificial Intelligence. Kamu juga bisa menyelami dunia AI dengan belajar AI gratis dari CQU Indonesia. Kamu akan belajar dasar-dasar AI seperti prompt engineering dan penerapan AI dalam bisnis. Tertarik mencoba? Ambil sertifikasi AI sekarang!
Referensi:
https://cloud.google.com/learn/what-is-artificial-intelligence?hl=id
https://www.iso.org/artificial-intelligence/what-is-ai#toc8
https://aws.amazon.com/id/what-is/artificial-intelligence/
https://vida.id/id/blog/dampak-negatif-artificial-intelligence

